Wednesday, March 15, 2017

Cara Hidup Yang Baik dan Takut Kepada Tuhan Membawa Hidup Yang Berkemenangan

   Setia untuk melakukan kehendak Tuhan secara tekun,akan membawa dampak yang positif bagi orang percaya. Rangkaian nasehat yang penuh dan sarat dengan pengajaran yang amat berharga ini, sangat baik kita teladani dan laksanakan.
Ikutilah nasehat tersebut dengan cermat.

1 Hai anakku,janganlah engkau melupakan ajaranku,dan biarlah hatimu memelihara perintahku,
2 karena panjang umur dan lanjut usia serta sejahtera akan ditambahkannya kepadamu.
3 Janganlah kiranya kasih dan setia meninggalkan engkau!
   Kalungkanlah itu pada lehermu, tuliskanlah itu loh hatimu,
4 maka engkau akan mendapat kasih dan penghargaan dalam pandangan Allah serta manusia.
5 Percayalah kepada Tuhan dengan segenap hatimu, dan janganlah bersandar kepada pengeetianmu sendiri.
  
6 Akuilah Dia dalam segala lakumu, maka Ia akan meluruskan jalanmu.
7 Janganlah engkau menganggap dirimu sendiri bijak, takutlah akan Tuhan dan jauhilah kejahatan;
8 itulah yang akan menyembuhkan tubuhmu dan menyegarkan tulang-tulangmu.
9 Muliakanlah Tuhan dengan hartamu dan dengan hasil pertama dari segala penghasilanmu,
10 maka lumbung-lubungmu akan diisi penuh melimpah-limpah,
   dan bejana pemerahanmu akan meluap dengan air buah anggurnya.

(  Amsal 3:1-19 )

Bahan Renungan

1. Hal-hal positif apa saja yang harus dilakukan oleh setiap orang beriman menurut bacaan tadi? Dan hal-hal negatif apakah yang sepatutnya dihindari?
2. Apa janji Allah pada orang beriman apabila mereka setia melakukan perintah-Nya? Jelas
3 .Bagaimana seharusnya orang beriman memberikan persembahan-Nya menurut bacaan tadi. Lihat kembali ayat 9-10.


Pertolongan Tuhan Tepat Pada Waktunya



   Allah setia,dan siap mendengar doa dan permohonan umat-Nya. Ia menolong umat-Nya tepat pada waktunya,melalui kasih dan pemeliharaan-Nya yang luar biasa. Itulah pengalaman hidup orang-orang beriman seperti yang dipaparkan dalam ayat-ayat berikut,

1 Aku mengasihi Tuhan,sebab Ia mendengar suaraku dan permohonanku.
2 Sebab Ia menyendengkan telinga-Nya kepadaku,maka seumur hidupku aku akan berseru kepada-Nya.
3 Tali-tali maut telah melilit aku, dan kegentaran terhadap dunia orang mati menimpa aku,
   aku mengalami kesesakan dan kedukaan.
4 Tetapi aku menyerukan nama Tuhan;
" Ya Tuhan, luputkanlah kiranya aku!"
5 Tuhan adalah pengasih dan adil,
    Allah kita penyayang.
6 Tuhan memelihara orang-orang sederhana;
   aku sudah lemah,tetapi diselamatkan-Nya aku.
7 Kembalilah tenang,hai jiwaku,
   sebab Tuhan telah berbuat baik kepadamu.
8 Ya, Engkau telah meluputkan aku daripada maut, dan mataku daripada air mata, dan kakiku dari pada tersandung.
9 Aku boleh berjalan di hadapan Tuhan, di negeri orang-orang hidup.


(  Mazmur 116:1-9 )

Bahan Renungan:

1. Cobalah saudara daftarkan segala kebaikan Tuhan yang diberikan kepada orang-orang beriman sesuai dengan bacaan tadi.
2. Bagaimanakah cara dan upaya terbaik yang harus kita lakukan untuk menjawab kebaikan Tuhan menurut ayat-ayat diatas, khususnya ayat 13?

Monday, March 13, 2017

Pujian Umat Atas Kebaikan Tuhan



   Dalam tulisannya pemazmur selalu mengajak kita untuk memuji dan memuliakan Allah atas segala kebaikan-Nya. Hal itu harus kita lakukan terus-menerus dan berulang-ulang,serta ditandai dengan karya yang nyata dalam kehidupan kita bagi hormat dan kemuliaan Allah. Petikan mazmur berikut ini memberikan pengeetian dan petunjuk-petunjuk praktis untuk dilaksanakan.

Mazmur 107: 1-22

1 Bersyukur kepada Tuhan,sebab Ia baik!
   Bahwasanya untuk selamanya kasih setia-Nya.
2 Biarlah itu dikatakan orang-orang yang ditebus Tuhan,
   Yang ditebus-Nya dari kuasa yang menyesakkan,
   yang dikumpulkan-Nya dari negeri-negeri, dari timur dan dari barat,
   dari utara dan dari selatan.
4 Ada orang-orang yang mengembara di padang belantara jalan ke kota tempat kediaman orang tidak mereka tidak mereka tidak mereka temukan;
5 mereka lapar dan haus,
   jiwa mereka lemah kesu didalam diri mereka.
6 maka berseru-berserulah mereka kepada Tuhan dalam kesesakan mereka dari kecemasan mereka.
7 Dibawa-Nya mereka menempuh jalan yang lurus,
   sehingga sampai ke kota tempat kediaman orang.
8 Biarlah mereka bersyukur kepada Tuhan karena kasih setia-Nya.
   karena perbuatan-perbuatan-Nya yang ajaib terhadap anak-anak manusia,
9 sebab dipuaskan-Nya jiwa yang dahaga, dan jiwa yang lapar dikenyangkan-Nya dengan kebaikan.
10 Ada orang-orang yang duduk dalam gelap dan kelam,
  terkurung dalam sengsara dan besi.
11 Karena mereka memberontak terhadap perintah-perintah Allah,
   dan menista nasihat yang Mahatinggi,
12 maka ditundukkan-Nya hati mereka dalam kesusahan, mereka tergelincir dan tidak ada yang menolong.
13 Maka berseru-serulah mereka kepada Tuhan dalam kesesakan mereka,
   dan diselamatkan-Nyalah mereka dari kecemasan mereka
14 dibawa-Nya mereka keluar dari dalam gelap dan kelam,
  dan diputuskan-Nya belenggu-belenggu mereka.
15 Biarlah mereka bersyukur kepada Tuhan karena kasih setia-Nya,
    karena perbuatan-perbuatan-Nya pintu-pintu tembaga,
   dan dihancurkan-Nya palang-palang pintu besi,
17 Ada orang-orang menjadi sakit oleh sebab kelakuan mereka yang berdosa,
   dan disiksa oleh sebab kesalahan-kesalahan mereka;
18 mereka muak dengan segala makanan dan mereka sudah sampai pada pintu gerbang maut.
19 Maka berseru-serulah mereka kepada Tuhan dalam segala kesesakan mereka,
   dan diselamatkan-Nya mereka dari kecemasan mereka, disampaikan-Nya firman-Nya dan disembuhkan-Nya mereka dari liang kubur.
21 Biarlah mereka bersyukur kepada Tuhan karena kasih setia-Nya,
   karena perbuatan-perbuatan-Nya yang ajaib terhadap anak-anak manusia.
22 Biarlah mereka mempersembahkan korban syukur,
   dan menceritakan pekerjaan-pekerjaan-Nya dengan sorak-sirai!

Bahan Renungan

1 Uraikanlah alasan-alasan pokok mengapa manusia bersyukur kepada Allah.
2 Apakah ucapan syukur yang dilakukan itu terbatas atau terikat pada saat tertentu saja? Berikan komentar saudara.
3 Seburkanlah dengan teliti apa saja hal positif yang telah dibuat orang beriman seperti dalam ayat 22? Apakah Saudara sanggup melakukan hal tersebut dalam hidup Saudara kini dan masa datang? Jika ya, buatlah komitmen dan usahakan untuk mentaatinya.


Allah Raja Yang Agung

  Kita sebagai orang beriman sadar bahwa Allah adalah Pencipta, dan sang Pemilik kehidupan ini. Ia berkenan memberikan kesempatan bagi kita untuk menjalani kehidupan dunia ini. Sebab itu kita terpanggil untuk memuliakan Allah. Bagaimanakah cara kita melakukannya, ikuti petunjuk dari bacaan berikut ini.

1 Nyanyikanlah nyanyian baru bagi Tuhan, hai segenap bumi!
2 Menyanyilah bagi Tuhan, pujilah nama-Nya, kabarkanlah keselamatan yang daripada-Nya dari hari ke hari
3 Ceritakanlah kemuliaan-Nya diantara bangsa-bangsa dan perbuatan-perbuatan-Nya yang ajaib diantara segala suku bangsa.
4 Sebab Tuhan Maha Besar dan terpuji sangat Ia lebih dahsyat dari pada segala allah.
5 Sebab segala allah bangsa-bangsa adalah hampa, tetapi Tuhanlah yang menjadikan langit
6 Keagungan dan semarak ada dihadapan-Nya kekuatan dan kehormatan ada ditempat kudus-Nya.
7 Kepada Tuhan, hai suku-suku bangsa, kepada Tuhan sajalah kemuliaan dan kekuatan!
8 Berilah kepada Tuhan kemuliaan nama-Nya!
bawalah persembahan dan masuklah kepelataran-Nya!
9 Sujudlah menyembah kepada Tuhan dengan berhiaskan kekudusan
gemetarlah dihadapan-Nya, hai segenap bumi!
10 Katakanlah di antara bangsa-bangsa :" Tuhan itu Raja!
sungguh tegak dunia,tidak goyang.
Ia akan mengadali bangsa-bangsa dalam kebenaran."
11 Biarlah langit bersukacita dan bumi bersorak-sorak,biarlah laut dan gemuruh laut dan serta isinya,
12 Biarlah beria-ria padang dan segala yang diatasnya,maka segala pohon dihutan bersorak-sorai
13 di hadapan Tuhan,sebab Ia datang, untuk menghadapi bumi.
Ia akan menghakimi dunia dengan keadilan, dan bangsa-bangsa dengan keaetiaan-Nya.

Bahan Renungan

1. Mengapa manusia harus memuji dan memuliakan Allah menurut bacaan tadi.
2. Bagaimana cara kongkrit yang dapat dan mampu kita lakukan untuk memuliakan nama Allah? ( Lihat ayat 8 ).
3. Di mana ,kapan dan untuk apakah persembahan yang kita serahkan itu? Uraikan masing-masing sesuai dengan pengalaman.





Allah. Tempat Perlindungan Abadi



  
    Dasar dari pemahaman Daud tentang Allah, tak lepas dari pengalaman hidupnya yang amat konkrit. Daud merasakan betapa Allah itu setia, dan siap melindungi dan menjaganya. Karena itu dia tidak bimbang dan ragu atas pemeliharaan Allah,penyertaan dan pertolongan Allah yang begitu besar, melahirkan pengakuan tekad dan pengakuan Daud untuk selalu memberikan persembahan yang terbaik bagi Allah. Ikutlah teladannya seperti tertulis dalam Mazmur dibawah ini.

1 Untuk pemimpin biduan. Dengan permainan kecapi. Nyanyian pengajaran Daud, 2 ketika orang Zifi datang mengatakan kepada Saul: Daud bersembunyi kepada kami."

3 Ya Allah selamatkanlah aku karena nama-Mu,berilah keadilan kepadaku karena kepersaan-Mu!
4 Ya Allah, dengarkanlah doaku,
berilah telinga kepada ucapan mulutku!
5 sebab orang-orang yang angkuh bangkit menyerang aku,
oeang-orang yang sombong ingin mencabut nyawa ku;
mereka tidak mempedulikan Allah. Sela
6 Sesungguhnya, Allah adalah;
Tuhanlah yang menopang aku.
7 Biarlah kejahatan itu berbalik kepada seteru-seteruku;
binasakanlah mereka karena kesetian-Mu!
8 Dengan rela hati aku akan mempersembahan korban kepada-Mu,
   bersyukur sebab nama-Mu baik ya Tuhan.

Bahan Renungan :

1. Bagaimanakah sikap terbaik yang harus kita perhatikan pada saat kita memberikan persembahan ( lihat ayat 8 )

2. Mengapa Daud dapat dan mampu memberikankan persembahan yang demikian?

3. Cobalah saudara menggali langkah dan hal-hal poaitif yang dilakukan Daud menurut bacaan tadi. Bersediakah saudara untuk meneladaninya?







Wednesday, March 8, 2017

Ibadah Yang Sejati

   Pemazmur bersaksi bahwa Allah pemilik langit dan bumi dan segala isinya. Sebab itu umat-Nya dipanggil dan terpilih untuk melakukan ibadah yang sejati kepada Allah, memalui karya yang nyata yaitu perbuatan-perbuatan yang baik. Salah-satu diantaranya dengan persembahan syukur. Selengkapnya ikutilah kesaksian pemazmur melalui bacaan berikut ini,

Mazmur Asaf,
Yang Maha kuasa, Tuhan Allah, berfirman dan memanggil bumi,
   dari terbitnya matahari sampai kepada terbenamnya.
Dari Sion, puncak keindahan,
   Allah tampil bersinar.
Allah kita datang dan tidak akan berdiam diri, dihadapan-Nya api menjilat, sekeliling-Nya bertiup badai yang dasyat.
Ia berseru kepada langit diatas, dan kepada bumi untuk mengadili umat-Nya:
" Bawalah kemari orang-orang yang Ku kasihi, yang mengikat perjanjian dengan Aku berdasarkan korban sembelihan!"
Langit memberitakan keadilan-Nya,
   Sebab Allah sendirilah Hakim.sela

" Dengarlah hai umat-Ku, Aku hendak berfirman, Aku hendak bersaksi terhadap kamu:
  Akulah Allah, Allahmu
Bukan karena korban sembelihanmu Aku menghukum engkau;
   bukankah korban bakaranmu tetap ada dihadapan-Ku?
Tidak usah Aku mengambil lembu dari rumahmu atau kambing jantan dari kandangmu,
sebab punya-Kulah segala binatang hutan,
   dan beribu-ribu hewan digunung.
Aku kenal segala burung diudara,
   dan apa yang bergerak di padang adalah dalam kuasa-Ku.
   Jika Aku lapar, tidak usah kukatakan kepadamu,
   sebab punya-Kulah dunia dan segala isinya.
Daging lembu jantankah Aku makan,
   atau darah kambing jantankah Aku minum?
Persembahan syukur sebagai korban kepada Allah dan bayarlah nazarmu kepada Allah yang Mahatinggi!
Berserulah kepada-Ku pada waktu kesesakan, Aku akan meluputkan engkau, dan engkau akan memuliakan Aku."

Mazmur 50:1-15

Bahan Rohani

1. Menyatakan syukur kepada Allah tidak cukup hanya dengan janji dan kata-kata saja. Itu harus diwujudkan melalui perbuatan nyata dan berkenan kepada Allah. Bagaimanakah caranya menurut hemat saudara agar hal tersebut tercapai?
2. Dengan cara bagaimanakah kita sebagai orang beriman dapat menyatakan syukur kita kepada Allah? simaklah petunjuk dalam ayat 14 dan uraikan singkat dan jelas.
3. Daftarkanlah apa-apa saja yang merupakan milik Allah menurut bacaan di atas.


Menjadi Umat Yang Setia


   Allah sudah menyelamatkan dan memberkati umat pilihan-Nya. Jadi bangsa Israel tidak boleh lupa akan hal itu. Mereka harus mentaati Allah,supaya mereka tetap hidup dan diberkati. Salah satu perintah yang harus dilakukan oleh umat Israel dengan setia ditulis dalam ayat-ayat berikut inu.
   Haro raya pondok daun haruslah kau rayakan tujuh hari lamanya, apabila engkau selesai mengumpulkan hasil tempat pengirikanmu dan tempat pemerasanmu. Haruslah engkau bersukaria pada hari rayamu itu, engkau ini dan anak mu laki-laki dan hambamu perempuan, hambamu laki-laki dan hambamu perempuan, dan orang Lewi, orang asing, anak yatim dan janda yang ditempatmu. Tujuh hari lamanya harus engkau mengadakan perayaan bagi Tuhan, Allahmu, ditempat yang akan dipilih Tuhan; sebab Tuhan, Allahmu, ketempat yang akan dipilih Tuhan; sebab Tuhan, Allahmu, akan memberkati engkau dalam segela hasil tanahmu dan dalam segala usahamu, sehingga engkau dapat bersukaria dengan sungguh-sungguh.
   Tiga kali setahun setiap laki-laki di antaramu harus menghadap hadirat Tuhan, Allahmu, ketempat yang akan dipilihnya, yakni pada hari raya Roti Tidak Beragi, pada raya Tujuh Minggu dan pada hari raya Pondok Daun. Janganlah ia menghadap hadirat Tuhan dengan tangan hampa, tetapi masing-masing dengan sekedar persembahan, sesuai dengan berkat yang diberikan kepadamu oleh Tuhan, Allahmu."

Bahan Renungan

1. Buatlah perincian aktivitas kerja yang harus dilakukan bangsa Israel sesuai dengan ayat-ayat diatas.
2. Rincilah dengan jelas dan tutas, perintah utama yang harus dilakukan oleh umat Israel ( perhatikan ayat 16 dan ayat 17 )
3. Bagaimanakah langkah dan cara efektif yang perlu kita lakukan dalam upaya membantu tugas kesaksian dan pelayanan jemaat/gereja kita masing-masing kini dan di masa datang? Berikan pandangan Saudara secara jelas dan singkat.

Saturday, February 25, 2017

Tuhan Membuat Hidup Kita Aman

   Daud berdoa agar Allah berkenan menyertai dan menyertai dan melindunginya. Bersama dan dekat dengan Allah menjadikan hidupnya tentram dan aman. Daud juga menjaga orang-orang beriman untuk terus-menerus berdoa dan berkarya bagi Tuhan. Selengkapnya keteladanan Daud terpatri secara utuh lewat Mazmurnya berikut ini.

1 Untuk pemimpin biduan. Dari Daud
    bagaimana kamu berani berkata kepadaku:
" Terbanglah kegunung seperti burung!"
2 sebab, lihat orang fasik melentur busurnya, mereka memasang anak panahnya pada tali busur, untuk memanah orang yang tulus hati ditempat yang gelap.
3 Apabila dasar-dasar dihancurkan,
apakah yang dapat dibuat oleh orang benar itu?
4 TUHAN ,tahtanya disorga;
mata-Nya mengamati-mati,
sorot mata-Nya menguji anak-anak manusia.
5 TUHAN menguji orang benar dan orang fasik, dan Ia membenci orang yang mencintai kekerasan.
6 Ia menghujani orang-orang fasik dengan arang berapi belerang;
   angin yang menghanguskan, itulah isi piala mereka.
7 Sebab TUHAN adalah adil
   dan Ia mengasihi keadilan;
   orang yang tulus akan memandang wajah-Nya.

                                 ( Mazmur 11:1-7 )

Bahan Renungan

1. Uraikan salah satu bentuk dan upaya kongkrit yang dapat kita perbuat untuk membuktikan bahwa kita percaya kepada Allah dan pimpinan-Nya. ( lihat ayat 6 )
2 Dasar apakah yang terutama dan seharusnya dimiliki orang yang percaya kepada Allah?( lihat ayat 1 dan 2 )
3 Hal-hal apa saja yang terlebih dulu perlu dibenahi oleh setiap orang yang percaya, sebelum ia memberikan persembahannya kepada Tuhan? Kemukakan pendapat Saudara dengan jelas.





Thursday, February 23, 2017

PERCAYA DAN MEMBERIKAN PERSEMBAHAN KEPADA ALLAH MENDATANGKAN SUKACITA

Salah satu teladan yang amat baik dan telah diterapkan oleh Nabi Nehemia ialah dalam segala hal ia bergantung kepada Allah dan betapa sering  ia berdoa kepada-Nya. Hal ini mendatangkan sukacita bagi bangsa Israel baik secara pribadi maupun secara kelompok ( persekutuan ).bukti dari kesetian umat Allah ini ialah pada aktifitas persembahan yang mereka berikan. Ikutilah bacaan berikut ini.

   Pada masa itu beberapa orang diangkat untuk mengawasi bilik-bilik perbendaharaan, bilik-bilik untuk persembahan khusus, hasil pertama dan untuk persembahan persepuluhan,supaya sumbangan yang menurut hukum menjadi bagian para imam dan orang-orang Lewi dikumpulkan dibilik-bilik itu sesuai dengan ladang setiap kota. Sebab yehuda bersekucita karena para imam dan orang-orang Lewi yang beetugas. Karena merekalah yang melakukan tugas pelayanan bagi Allah mereka dan tugas pentahiran,demikian juga para penyanyi dan para penunggu penunggu pintu gerbang,sesuai dengan perintah daud dan Salomo anaknya. Karena sudah sejak dahulu, pada zaman Daud dan Asaf, ada pemimpin-pemimpin penyanyi, ada nyanyian pujian dan nyanyian syukur bagi Allah. Pada zaman Zerubabel dan Nehemia semua orang Israel memberikan sumbangan bagi para oenyanyi dan para penunggu pintu gerbang sekedar yang perlu tiap-tiap hari dan mempersembahankan persembahan kudus kepada orang-orang Lewi. Dan orang-orang Lewi mempersembahkan kudus kepada anak Harun.

Bahan Renungan :

1. Bagaimana sebaiknya penataan persembahan umat Allah dilakukan agar efektif? ( lihat ayat 44 ).
2. Pentingkah menurut hemat saudara, dilakukan pengawasan bagi penataan dan pengelolaan persembahan umat Tuhan itu?
Dengan cara dan langkah apa agar tujuan tersebut tercapai?
3. Bagaimanakah kiranya cara tersebut dapat diterapkan dalam kehidupan aktifitas pelayanan jemaat dan gereja kita masing-masing? Berikan pandangan Saudara secara jelas dan singkat.



Thursday, February 16, 2017

Ibadah Sebagai Dasar dan Mantapnya Pertumbuhan Iman


   Bertahun-tahun setelah pembuangan di Babel sekelompok orang Israel kembali ke Yerusalem dibawah pimpinan Imam Esra,seorang ahli hukum agama Yahudi. Esra membantu menyusun kembali kehidupan rakyat dalam bidang agama dan sosial agar dapat melindungi warisan rohani Israel. Ikutilah aktifitas penting yang dilakukan oleh imam Esra seperti yang dipaparkan dalam bacaan dibawah ini.

   Ketika tiba bulan yang ke tujuh, setelah orang Israel menetap dikota-kotanya, maka serentak berkumpullah seluruh rakyat di Yerusalem. Maka mulailah Yesua bin Yozadak beserta saudara-saudaranya para Imam itu, dan Yerubabel bin Sealtiel beserta saudara-saudaranya membangun mezbah Allah Israel untuk mempersembahkan korban bakaran diatasnya, sesuai dengan yang ada tertulis dalam Kitab Taurat Musa, abdi Allah. Mereka mendirikan mezbah itu ditempat semula,sungguhpun mereka ketakutan terhadap penduduk negeri, lalu mereka mempersembahkan diatasnya korban bakaran kepada TUHAN, korban bakaran waktu pagi dan wakru petang. Mereka juga mengadakan hari Raya Pondok Daun, sesuai dengan yang ada tertulis, dan mempersembahkan hari demi hari menurut jumlah yang sesuai dengan peraturan, yakni setiap hari menurut yang ditetapkan, juga korban bakaran pada bulan baru dan pada setiap hari raya yang kudus bagi TUHAN, dan setiap kali orang mempersembahkan persembahan sukarela kepada TUHAN.

   Sejak hari pertama bulan yang ketujuh mereka mulai mempersembahkan korban bakaran kepada TUHAN, namun dasar bait suci TUHAN belum juga diletakkan. Lalu mereka memberikan uang kepada tukang batu dan tukang kayu, sedangkan kepada orang Sidon dan Tirus makanan dan minuman dan minyak, supaya orang-orang itu membawa kayu aras dari Libanon sampai ke laut dekat Yafo, seperti yang telah di izinkan kepada mereka oleh Koresh, raja negeri Persia.

( Ezra 3:1-7 )


Catatan Renungan :

1. Uraikan langkah-langkah yang diambil oleh umat Israel untuk membangun bait Allah sesuai dengan bacaan di atas.
2. Langkah-langkah apa yang seyogianya dan sepatutnya dilakukan untuk mempersiapkan dan memberikan persembahan bagi TUHAN ( perhatikan ayat 5 )?
3. Upaya dan langkah apa yang terbaik menurut pandangan saudara, agar umat Kristen terbeban dan terpanggil memberikan persembahannya secara teratur dan setia?

Tuesday, February 14, 2017

Sumbangan Untuk Pembangunan Bait Allah

Himbauan raja Daud agar Umat Israel merasa terbeban untuk berpartisipasi aktif dalam pembangunan Bait Allah,mendapatkan tanggapan yang poaitif. Ikutilah cerita selengkapnya melalui perikop  berikut ini

   Berkatalah raja Daud kepada segenap jemaah itu: "Salomo, anakku yang satu-satunya dipilih Allah adalah masih muda dan kurang berpengalaman, sedang pekerjaan ini besar, sebab bukanlah untuk manusia bait itu, melainkan untuk TUHAN Allah. Dengan segenap kemampuan aku telah mengadakan persediaan untuk rumah Allahku, yakni emas untuk barang-barang emas, perak untuk barang-barang perak, tembaga untuk barang-barang tembaga, besi untuk barang-barang besi, dan kayu untuk barang-barang kayu, batu permata syoham dan permata tatahan, batu hitam dan batu permata yang berwarna-warna, dan segala macam batu mahal-mahal dan sangat banyak pualam. Lagipula oleh karena cintaku kepada rumah Allahku, maka sebagai tambahan pada segala yang telah aku sediakan bagi rumah kudus, aku dengan ini memberikan kepada rumah Allahku dari emas dan perak kepunyaanku sendiri, tiga ribu talenta emas Ofir dan tujuh ribu talenta perak murni untuk menyalut dinding ruangan, yakni emas untuk barang-barang emas dan perak untuk barang-barang perak dan segala untuk yang dikerjakan oleh tukang-tukang. Maka siapakah pada hari ini yang rela memberikan persembahan kepada TUHAN?''
   Lalu para kepala puak dan para kepala suku Israel dan para kepala pasukan seribu dan pasukan seratus dan para pemimpin pekerjaan untuk raja menyatakan kerelaannya. Mereka menyerahkan untuk ibadah dirumah Allah lima ribu talenta emas dan sepuluh ribu dirham, sepuluh ribu talenta perak dan delapan belas ribu talenta tembaga serta seratus ribu talenta besi. Siapa yang mempunyai batu permata menyerahkannya kepada Yehiel, orang gerson itu, untuk perbendaharaan rumah TUHAN. Bangsa itu bersukacita karena kerelaan mereka masing-masing sebab dengan tulus hati mereka memberikan persembahan sukarela kepada TUHAN; juga raja Daud sangat bersukacita.

( I Tawarikh 29:1-9 )

Bahan Renungan:
1. Langkah dan upaya apa yang telah dilakukan Daud untuk mendapat dukungan umat Israel dalam membangun bait Allah? Lihat dan perhatikan petikan ayat-ayat diatas.
2. Bagaimanakah cara memotivasi yang benar agar orang merasa terbeban dan terpanggil untuk memberikan persembahannya dengan tulus ikhlas ( perhatikan ayat 9 )?
3. Bagaimana upaya dan langkah-langkah konkrit yang dapat kita kita terapkan bagi jemaat/gereja kita masing-masing, kini dan dimasa datang untuk mendorong partisipasi warga gereja agar memberikan persembahannya dengan setia dan teratur?








Kesetiaan Allah dan Kewajiban Umat-Nya

Sekalipun bangsa Israel mengalami dan ditimpa kemalangan, namun Allah setia pada janji-Nya untuk itu bangsa Israel berkewajiban memuliakan Allah dan setia kepada-Nya dipaparkan dalam ayat-ayat ini.

   Bernyanyilah bagi TUHAN, hai segenap bumi kabarkanlah keselamatan yang daripada-Nya dari hari ke hari.
   Ceritakanlah kemuliaan-Nya diantara bangsa-bangsa dan perbuatan-perbuatan-Nya yang ajaib diantara segala suku bangsa.
   Sebab besar TUHAN, dan terpuji sangat, dan lebih dahsyat Ia dari pada segala allah.
   Sebab segala allah bangsa-bangsa adalah berhala,
tetapi TUHANlah yang menjadikan langit.
   Keagungan dan semarak ada di hadapan-Nya,Kekuatan dan sukacita ada ditempat-Nya.

   Kepada TUHAN hai suku-suku bangsa, kepada TUHAN sajalah kemuliaan dan Kekuatan!
   Berilah kepada TUHAN kemuliaan nama-Nya,bawalah persembahan dan masuklah menghadap Dia!
   Sujudlah menyembah kepada TUHAN dengan berhiaskan kekudusan.

( I Tawarikh 16:23-29 )

Bahan Renungan :
   1. Sebutkanlah hal-hal positif yang seyogianya dan seharusnya dilakukan oleh Umat Allah menurut ayat-ayat diatas.
2. Kewajiban apa saja yang harus dilakukan Umat Allah?( Perhatikan I Tawarikh 16:29 ) Uraikan dengan singkat dan jelas.
3. Bagaimana upaya-upaya praktis yang dapat kita lakukan sehingga Umat Kristen merasa terbeban dan terdorong untuk memberikan persembahannya secara teratur dan terbaik bagi TUHAN.

Monday, February 13, 2017

Kewajiban Umat Tuhan



    Tuhan dengan setia dan tekun memelihara bangsa-Nya walaupun mereka itu lemah dan tidak taat. Tuhan juga berkenan memberikan petunjuk konkrit, tentang kewajiban yang diperbuat oleh Umat-Nya, seperti yang diungkapkan dalam ayat-ayat berikut ini.



   Mengenai bani Lewi, sesungguhnya Aku berikan kepada mereka segala persembahan Persepuluhan diantara orang Israel sebagai milik pusakanya, untuk membalas pekerjaan mereka, pekerjaan pada Kemah Pertemuan. Maka jangan lah orang Israel mendekat kepada Kemah Pertemuan, sehingga mereka mendatangkan dosa bagi dirinya, lalu mati; tetapi orang Lewi, merekalah yang harus melakukan pekerjaan pada Kemah Pertemuan dan mereka harus menanggung akibat kesalahan mereka; itulah suatu ketetapan untuk selama-lamanya bagimu turun-temurun. Mereka tidak akan mendapat milik pusaka ditengah-tengah orang Israel, sebab persembahan  persepuluhan yang dipersembahkan orang Israel kepada TUHAN sebagai persembahan khusus Kuberikan kepada orang Lewi sebagai milik pusakanya; itulah sebabnya Aku telah berfirman tentang mereka: Mereka tidak akan mendapat milik pusaka ditengah-tengah orang Israel."

TUHAN berfirman kepada Musa: lagi haruslah engkau harus berbicara kepada orang Lewi dan berkata kepada mereka: apabila kamu menerima daru pihak orang Israel persembahan persepuluhan yang kuberikan kepadamu dari pihak mereka sebagai milik pusakamu, maka haruslah kamu mempersembahkan sebagian daripadanya sebagai persembahan khusus kepada TUHAN, yakni persembahan  persepuluhanmu dari persembahan persepuluhan itu, dan persembahan itu akan diperhitungkan sebagai persembahan khususmu, sama seperti gandum dari tempat pengirikan dan sama seperti hasil dari tempat pemerasan anggur. Secara demikian kamupun harus mempersembahankan sebagai persembahan khusus kepada TUHAN sebagian dari segala persembahan persepuluhan yang kamu terima dari pihak orang Israel. Dan yang dipersembahkan daripadanya sebagai persembahan khusus kepasa TUHAN haruslah kamu serahkan kepada imam Harun.'

Bilangan 18 : 21-28
Bahan Renungan :

1. Mengapa bani Lewi mendapat bagian dari persembahan umat Israel kepada TUHAN?
2. Bagaimanakah cara terbaik yang harus kita lakukan, pada saat kita memberikan persembahan?
( perhatikan Bilangan 18:29 dengan cermat dan teliti)
3. Bagaimanakah cara yang terbaik dalam upaya kita mendukung tugas kesaksian dan pelayanan di jemaat/gereja kita masing-masing di masa datang? Uraikanlah dengan singkat dan jelas.

Saturday, February 11, 2017

MENGUNGKAPKAN IMAN MELALUI PERBUATAN

                         
                             


   Allah setia pada janji-Nya. Dan itu nampak dalam pengalaman hidup hamba-Nya Yakub. Sebagai ungkapan syukur atas kesetiaan Allah, Yakub secara teratur memberikan persembahan kepada Tuhan sebagai buah imannya. Selengkapnya dapat anda ikuti petikan ayat-ayat dibawah ini. 

   Maka Yakub berangkat ke Bersyeba dan pergi ke Haran. Ia sampai disuatu tempat, dan bermalam disitu , karena matahari telah terbenam. Ia mengambil sebuah batu yang terletak ditempat itu dan dipakainya sebagai alas kepala, lalu membaringkan diri ditempat itu. Maka bermimpilah ia, di bumi ada didirikan sebuah tangga yang ujungnya sampai dilangit, dan tampak lah malaikat-malaikat Allah turun naik di tangga itu. Berdirilah TUHAN di sampingnya dan berfirman: " Akulah TUHAN, Allah Abraham, nenekmu, dan Allah Ishak: tanah tempat engkau berbaring ini akan kuberikan kepadamu dan kepada keturunanmu, keturunanmu akan menjadi seperti debu tanah banyaknya, dan engkau akan mengembang kesebelah timur, barat, utara, dan selatan, dan olehmu serta keturunanmu semua kaum dimuka bumi akan mendapat berkat. Sesungguhnya Aku menyertai engkau dan Aku akan melindungi engkau ke manapun engkau pergi,  dan Aku akan membawa engkau kembali ke negeri ini, sebab Aku tidak akan meninggalkan engkau, melainkan tetap melakukan apa yang Kujanjikan kepadamu."

   Ketika Yakub bangun dari tidurnya, berkata lah ia: " Sesungguhnya TUHAN ada ditempat ini, dan aku tidak mengetahuinya. " Ia takut dan berkata: " Alangkah dasyatnya tempat ini. Ini tidak lain dari rumah Allah, ini pintu gerbang Sorga."

   Keesokan harinya pagi-pagi Yakub mengambil batu yang dipakainya sebagai alas kepala dan mendirikan itu menjadi tugu dan menuang minyak ke atasnya. Ia menamai tempat itu Betel; dahulu nama kota itu Lus.

   Lalu Bernazarlah Yakub:'' Jika Allah akan menyertai dan akan melindungi aku dijalan yang kutempuh ini, memberikan roti untuk dimakan dan pakaian untuk dipakai,  sehingga aku selamat kembali kerumah ayahku, maka TUHAN akan menjadi Allahku dan batu yang kudirikan sebagai tugu ini akan menjadi rumah Allah dari segala sesuatu yang Engkau berikan kepadaku akan selalu kupersembahan sepersepuluh kepada-Mu."


   ( Kejadian 28:10-22 )

< Bahan renungan :

1. Buatlah rincian peristiwa yang terjadi dan dialami oleh Yakub, menurut ayat-ayat diatas.
2. Hal-hal positif apakah yang telah dilakukan oleh Yakub ( perhatikan ayat 28 )?
3. Memberikan persembahan kepada Tuhan, apakah sukarela atau sebagai suatu kewajiban? Berikan pendapat anda.
4. Bagaimana seyogianya bentuk dan cara memberikan persembahan yang terbaik dalam menopang tugas kesaksian dan pelayanan di jemaat/gereja kita masing-masing?

Utarakanlah dengan singkat.


Thursday, February 9, 2017

JALAN ORANG BENAR

Mazmur 1:1-3

  Berbahagialah orang yang tidak berjalan menurut nasehat orang fasik,
  Yang tidak berdiri dijalan orang berdosa, dan yang tidak duduk dalam kumpulan  pencemooh,
  Tetapi yang kesukaan ialah Taurat Tuhan, dan merenungkan Taurat itu siang dan malam.
  Ia seperti
, yang ditanam ditepi aliran air, yang menghasilkan buahnya pada musimnya, dan yang tidak layu daunnya; apa saja yang diperbuatnya berhasil.

Amin.



Cara Hidup Yang Baik dan Takut Kepada Tuhan Membawa Hidup Yang Berkemenangan

   Setia untuk melakukan kehendak Tuhan secara tekun,akan membawa dampak yang positif bagi orang percaya. Rangkaian nasehat yang penuh dan s...